Language:

Search

Pengalaman Melakukan Meditasi Untuk Regresi

  • Share this:
post-title

Pada dasarnya gue orang yang sedikitnya pernah belajar hal-hal mengenai spiritual chakra,reiki,meditasi,mistis dll,gak banyak memang,cuma kulit-kulitnya aja sehingga dalam situasi sulit,meditasi adalah tindakan ideal untuk self healing gue contohnya dalam beberapa bulan ini gue cukup mengalami beberapa hal yang menyiksa batin gue dalam hal karir nasib gue kali ini kurang baik,entah kenapa di banding dengan 2018 kebelakang.

Gue merasa hoki aja,masih bisa bertahan dan di beri kesempatan di perusahaan tempat gue bekerja saat ini tapi itu nggak cukup bikin gue puas,karena bagi gue itu masih semu belum ada pencapaian serius sepanjang karir gue di perusahaan ini pernahkah kalian merasa sesuatu yang sulit di nalar? yang membuat kalian berintuisi "ada yang salah secara spiritual dalam hidup gue" lalu kalian tiba-tiba jadi rajin menghadap Tuhan karena merasa di hukum kemudian berdoa,memohon ampun,berbuat baik pada sesama. Secara garis besar,itu yang gue lakukan tapi dengan lain cara.

Gue percaya akan adanya kehidupan sebelum sekarang,begitupun dengan reinkarnasi (kelahiran kembali) konsep karma yang di ajarkan budha itu juga gue jadikan pedoman bahwa sekecil apapun yang kita perbuat,tentu akan ada harga yang harus kita bayar kalau tidak di kehidupan sekarang,ya di kehidupan selanjutnya ada 4 elemen yang mempengaruhi perbuatan kita:


1. pikiran
2. energy
3. fisik
4. mental

Dalam kehidupan normal,kita hanya menyadari apa yang kita rencanakan,dan yakini  semua di jalankan oleh pikiran,apa yang di kerjakan oleh mental kita yang menimbulkan effect pada jiwa kita,itulah karma / perbuatan dari mental kita sendiri sehingga,apabila kita mampu menguasai masing-masing dari 4 elemen tersebut tentu kita mampu menjaga karma kita sendiri.

 

Gue melakukan itu,lalu gagal,singkat cerita pada 15 Februari mungkin di 6x percobaan akhirnya gue berhasil,dan gue benar-benar mendapati diri di sebuah masa yang lampau gue seperti benar-benar berada di sana,gue sadar,kenapa? karena di saat gue relax gue hidup di masa itu,dan di saat salah satu bagian tubuh gue merespon sesuatu,nyamuk misal,kesadaran gue meningkat,dan gue dengar suara kipas angin di dekat gue terakhir membaringkan tubuh gue relax kan lagi,lalu gue berlanjut di alam regresi itu.

Sempat kepikiran men-sketsa-kan gambaran dari kehidupan gue di alam lampau tersebut gue pun sempat contact jasa sketsa yang tersebar di internet 80% kebanyakan mereka nggak bisa di ajak ketemu dan sepertinya mengerjakannya menggunakan applikasi (lek ngono carane aku yo isok ndes) 20% yang bisa di ajak ketemu dan menggambarkan yang gue deskripsikan harganya mahal coy hahaha,yang jelas di atas 800ribuan
hanya untuk sketsa doang? ah mending duitnya buat yang lain.

Ok,back to topic,di masa itu,gue datang kurang lebih di waktu sore gue berpakaian putih seperti seragam dan celana pendek yang juga putih
rumah,rumah beralas tanah,berdinding yang 50cm dari tanah berupa batu bata dan sisanya anyaman bambu(gedek),dengan 4 orang anak yang berlarian ke sana kemari nuansa yang damai,temaram

Gue mendapati sosok yang duduk di kursi kayu kuno,ukiran khas jawa di depan kaca yang di sinari lentera,berlantai tanah kering hanya tanah yang lebih padat di banding ruang utama (seperti tanah yang pernah di bakar) sebongkah kayu cendana yang masih segar,cukup mewangi untuk ruang utama dan beberapa tangkai bunga sedap malam di kamar ku.

Sosok itu,maksudku yang duduk menghadap kaca,berambut panjang berurai menggunakan kain jarik yang di fungsikan seperti kemben dengan selendang yang menjuntai dari pundak kiri menutup sebagian dada ke kanan gue nggak ngerti gimana kagetnya gue saat itu,selain karena perempuan itu adalah istri gue di kehidupan sekarang,dia adalah rekan kerja gue sekantor,iya Trie Apa gue salah lihat?

Mungkin iya,tapi vibrasi nggak bisa bohong vibrasi di past life malam itu dan pertemuan gue dengan dia berhari-hari itu sama dia,orang yang baru aktif kerja bulan februari 2020 dia kelihatan lebih gemuk di bawah pipi,dengan kalung emas yang terpantul cahaya lampu minyak di situ gue ngerasa getaran cinta yang hangat getaran yang gue nggak bisa deskripsikan,karena di kehidupan sekarang aja gue nggak pernah ngerasain hangatnya cinta sehebat itu.

Dulu vibrasi dari candy yang menurut gue paling dahsyat yang sulit gue sembunyikan bahagianya setiap gue bisa jumpa dengan perempuan jawa-madura itu tapi,getaran dari pratiwi nama istri gue di masa lalu bikin gue menjadi pria yang selama ini gue cari,pria yang paling merasa dicintai paling merasa bahagia di dunia ini gue baper bahkan sampai saat gue nulis cerita ini tapi gue selalu menyadarkan diri bahwa,itu hanya masa lalu terserah,bagi kalian pembaca yang mengira gue halu,itu hak kalian.

Dia menyambut "mantuk khaki?" yang berarti pulang kaki? itu kata asing bagi gue,dan besoknya gue cari arti kaki adalah panggilan kakak
untuk bangsawan pada jaman dulu,entah,padahal di masa itu jelas-jelas gue bukan bangsawan saat mendekatinya gue lihat wajah gue di sebuah kaca wajah gw tampak sedikit bulat lebih gelap tulang wajah yang lebih menonjol alis yang lebih tebal,kalau gw tebak saat itu gw berusia 40+

Kejadian itu seperti slide foto yang terpisah tak lama kejadian itu gue masuk ke sebuah malam yang syahdu gue tertidur lelap dan tau-tau bangun,dia masih terjaga lalu cium gue di kening kemudian kami tidur bersama (bukan ngewe ya).

Di lain kejadian gue dapati tubuh gue yang lemah,seperti mengalami sakit yang menyiksa samar-samar terdengar gue keracunan makanan,gue terbaring di sebuah ranjang yang gak jauh dari tungku,bukan tungku masak,tapi seperti pemanas ruangan dengan wewangian kayu damar 
perasaan yang gue alami adalah rasa sesal,gue gak tau kenapa.

Semacam perasaan merasa bersalah pada orang yang gue cintai,dalam waktu singkat dari perasaan cinta yang indah mendadak menjadi perasaan sedih yang dalam pratiwi,dia memegang pergelangan kiri gue dan menangis,tangisan sedih yang dalam dan gue berucap dalam bahasa Indonesia "semua bakti dan budi baikmu,akan ku balas pada kehidupan selanjutnya" setelah itu gelap,suara kipas angin kamar masih terdengar gue terbangun penuh keringat,gue lihat jam di HP jam 00:13 FYI,gue mulai ritual ini dari 23:41.

Gue masih kebawa perasaan,gak gue sangka malam itu gue netesin air mata nggak ngerti entah sedih apa bahagia,karena gue masih bisa ngerasain sebuah pengabdian cinta dari seorang wanita yang mencintai gue yang membuat gue bener-bener mencintai dia dengan sepenuh jiwa.

Besoknya di kantor,gue lihat trie,dari beberapa sudut pandang Mungkin itu kerjaan setan,dimana gue harus di ruqyah Mungkin gue halu,karena gue sempat putus asa dalam pekerjaan,dan trie sempat menawarkan bantuan Mungkin karena gue terlalu banyak menghabiskan waktu dengan trie di kantor.

Sehingga dia yang hadir banyak kemungkinan yang gue jadikan sudut pandang untuk melihat wajah trie siang itu tapi lama gue mandang dia,gue merasa angin kecil berdesir dari bahu turun ke lengan kiri dan kanan,jadi semacam sebuah energi sebuah perasaan yang ingin membantunya,apapun bantuan yang di inginkan.

Selang dari kejadian itu hingga gue nulis cerita ini gue mengalami beberapa perasaan akut pada masa lalu bukan pada trie nya,tapi apa yang pernah di lakukannya di past life karena gue masih sadar banget,kalau orang ini yang trie dengan segala sifatnya yang telah tertempa di sepanjang usianya,jelas dia bukan trie gue in the world of yesterday karena gue juga bukan khaki dia lagi Tapi,gue masih berpikir apa ya kira-kira yang bisa gue lakukan untuknya gue lakukan hal baik bukan untuk mendapatkan hatinya,enggak semata-mata karena gue berniat balas segala kebaikan dia di masa lalu.

Nah,ngomong soal ini,akhirnya gue keinget konsep karma yang sederhananya kalau kita bolak-balik di repotin orang dimana orang itu,selalu menyusahkan kita baik segi finansial menyita waktu dan dedikasinya,besar kemungkinan di kehidupan dulu kita memang berhutang budi padanya 
nah,itulah kalau budi baik gak segera di balas.

Di kehidupan mendatang akan menjadi tanggungan baru Akhirnya gue bisa sedikit lega,dan berkurang banyak juga lah 'rasa' gue terhadap pratiwi itu terus terang,menghilangkan ke-baper-an gue terhadap pratiwi yang ter-refleksi pada diri trie di masa kini,cukup menguras perhatian gue bahkan gue sampai harus meditasi untuk membersihkan chakra untuk mereduksi getaran cinta dari pratiwi yang masih gue bawa,dari alam regresi ke alam ini.

Anyway,trie kalau lo baca blog gue,lo boleh ketawain gue anggep gue sinting,anggap gue halu,tapi this is real bagi gue mohon lo bisa mengerti kenapa gue berusaha berbuat baik sama lo bukan trie,bukan gue niat modus,sama sekali nggak maaf juga kalau kadang tingkah gue berlebihan untuk baikin elo

Thank's for everything,Pratiwi sayang banget gue nggak bisa sketsa,kalau bisa pasti gue gambar sedetail-detailnya setiap ingatan gue di kejadian lampau.

Armin

Armin

IT Dev, SEO & Digital Marketing Specialist with 7+ years experience, Coder, Sys Admin, Designer, Blogger