Language:

Search

Trip Jawa Barat Selatan

  • Share this:
post-title

Akhirnya,setelah hampir 2 bulan menanti,hahaha trip ini ter-realisasi sebenarnya trip yang awalnya di beri nama Explore Jabar Selatan dengan rute Cileunyi(mepo)-Kampung Naga-Curug Dengdeng-Curug Panetean-Pantai Madasari Hingga end point di Cukul Pangalengan
sudah di rencanakn hampir 2 bulan sejak kami saling mengenal di WAG itu yang pada pertengahannya,di rencanakan untuk kopdar pertama [Sunmori ke Cibeureum].

Di awali pada hari-hari menjelang keberangkatan dimana kegalauan gue berasal-atas-keterancaman-gue-tidak-hadir gue sempat,berubah-ubah boncenger,pertama si amel,kedua mpok nila yang belum jelas dan yang terakhir,mak riang yang kebetulan habis jatuh dari hammock yang gak bisa bawa motor sendiri.

Singkat cerita,di hari H tanggal 29 November 2019,Jumat malam gue berangkat dengan bawaan Flysheet dan Hammock,baju salin 1 stel,dan alat mandi,pukul 19:00 otw ke tambun bekasi,First isi bensin di Pom bensin pertamina Slipi sebanyak 30 ribu untuk menjemput riang,dengan ekspektasi touch to point jam 20:30 yang ternyata molor hingga 22:15 di pertigaan depan pasar tambun sumpah,sepanjang kalimalang Halim sampai tembusan tambun udah sangat tidak ramah bagi semua pengendara.

Kang ucok bukan nama sebenarnya,yang membawa Sticker dan Emblem pesanan Jon adalah tujuan utama gue rela tidak hadir di mepo bogor dengan Hasan dkk melainkan akan menjadi perjalan berdua bersama boncenger gue Riang melintasi karawang-purwakarta-padalarang-cimahi.

Sempat makan malam di purwakarta, lalu meneduh juga, karena hujan deras,lalu lanjut perjalanan di gerimis rintik, dan menembus perbukitan di padalarang, lalu menembus bablas,sampai akhirnya sampai di Bandung kota, butuh waktu kurang lebih 3 jam, hingga akhirnya sampai di Cileunyi.

Gue-agus-riang-rina

Sempat bingung pilih jalur di pertigaan Nagreg-Tasik dan Nagreg-Garut akhirnya mengikuti live location Hasan,kami berangkat jalan tak lama,kebelet pipis menyerang lagi,mungkin karena cuaca dingin mampir lagi di SPBU untuk BAK,di barengi pak Hendra yang BAK dan Isi bensin 
kami,maksudnya gue-pak hendra-dan miftah 3 motor terpisah rombongan berusaha ngebut nyusul,malah nyasar lagi di jalan yang seharusnya bunderan arah Guntur gue bablas ke arah Nagreg lagi (_-_") haiss puter balik,arah basecamp guntur,lalu ambil jalur sebelah kiri (seinget gue,tapi lupa nama daerahnya) lurus terus,jalan menanjak terus,mendung,gerimis rintik tetap bablas akhirnya nemu warung bubur untuk berhenti dan makan sejenak bersama

Selesai makan duluan,nunggu yang lain makan,sambil cek gmaps,mereka ternyata sudah sampai di kampung naga dan tempat kami berdiri hanya berjarak 7km dari tujuan bayar bubur,di traktir riang 14 ribu.

Sesampai di kampung naga langsung ke toilet sampai 3x keluar uang 6ribu mau ngopi takut nggak bisa tidur,sementara diri ini lebih memilih meletakkan badan di karenakan semalaman penuh di jalan raya dan hanya tidur-tidur ayam 10menitan begitupun di kampung naga,cuma bisa tidur sampai 15menit setelah akhirnya dengar suara berisik-berisik semua sudah berkumpul kembali,mengajak foto bersama

Setelah makan siang sambil rebahan di deng-deng, karena sebenarnya tujuan kami merubah ke curug panetean di hapuskan padahal,di curug tersebut kami berniat akan mandi cebur-ceburan yang akhirnya harus langsung ke pantai Madasari di pertigaan dekat polsek Citakomas,semua berhenti untuk membeli snack di Alfamart gue berhenti persis di depan polsek Citakomas,dan lihat WAG dimana salah 1 anggota kami yang bernama Jagoanneon (ini sumpah gak ngerti nama aslinya).

Sempat mengalami kecelakaan dan di rawat di puskesmas Citakomas yang hanya berjarak 4km dari gue berhenti tak lama gue lihat om topix dan pak hendra di jalan,kami teriakin lalu berhenti mereka hendak ke puskesmas,akhirnya kami semua menuju puskesmas dan sesampai di sana,semua yang ada di puskesmas sempat terkejut melihat kedatangan kami di tambah lagi petugas yang tidak stand by,kami bingung bagaimana bisa kami harus bertanya "apakah ada pasien yang bernama jagoan neon?" WTF no one from us don't know who his real name,jagoan neon!!!

Tak lama ada respon di WAG,yang menginformasikan bahwa si jagoan neon sudah di pantai madasari bahkan dengan nikmatnya dia ngopi bersama miftah dan rombongan lain,sedang kami? kepalang panik lalu as usual tak lupa kami menyempatkan selfi bersama di depan puskesmas citakomas.

Setelah dari citakomas, ternyata jarak kami hanya sekitar 45 menit menuju pantai Madasari, yang ternyata sampai disana, yang namanya jagoan neon dan beberapa kawan lainnya sudah ada di sana, di warung yang sudah di pesan Hasan.

Kami menentukan penginapan dan saya sudah tekad untuk tetap tidur di hammock, bersama riang, setelah bongkar barang-barang, yang lain langsung menuju ke tempat sunset, sedang gue dan riang yang mulai ribet naroh barang, dan bikin hammock, akhirnya ketinggalan dan gak bisa ikut ke sunset spot.

Singkat cerita pada malam hari, kita makan malam bersama, dari sisa makan di curug deng-deng tadi, setelah makan malam, sempat dapat info bahwa besok pagi sebaiknya langsung pulang, karena sesampai di Bandung prediksinya akan siang hari yang notabene kota macet pada hari libur dan di jam tertentu.

Setelah makan, sempat ngobrol sama rina dan di traktir nge bir, sedang yang lainnya ke ATM,aseeekk..

Setelah minum bir, pukul setengah 10 udah ngantuk berat, berbeda dengan om taufik pak endra yang sudah pulas sejak setelah solat maghrib tadi, eh langsung pulas ternyata kebangun di jam setengah 4, badan sakit-sakit bonus kebelet, haha, padahal sempet galau pas akan tidur, sempat lihat cuaca gelap dan ada suara gluduk, untungnya sampai bangun tidur cuaca masih cerah.

Sempat maksa tidur tapi ternyata sulit, sampai tidak terasa, matahari perlahan mulai terbit, gue masih males-malesan di hammock, yang lain udah bawel di pantai sambil foto-foto.

Setelah foto-foto, lalu sarapan dan kami berpamitan, tidak lupa foto bersama

Di tempat itulah titik perpisahan kami dengan rombongan yang hanya tersisa motor si...(aduh lupa lagi namanya) yang jelas dia pakai lexi
dia mengikuti kami di belakang di dekat polsek citakomas,isi bensin seharga 23ribu yang di bayar oleh riang gas bareng lagi,sesampai di SPBU tempat kami bertemu kembali siang kemarin gue isi bensin lagi pertamax full tank kena 28ribu,gas motor yang akhirnya terpisah dengan motor lexi tadi,gue telepon mereka ambil jalur lain sehingga kami bablas, dan mereka entah lewat mana,sejak dari situ sampai pulang perjalanan hanya gue dan riang.

Gas terus....akhirnya sampai di Polres Tasikmalaya gue punya feeling nggak enak,sedang si riang kayaknya dia enak banget gak pakai helm dia gak sadar kalau baru saja lewati kantor polisi,dan ini adalah tengah kota Tasik gue paksa dia pakai helm,yang ternyata benar saja,jarak 2Km dari situ ada Razia,kalau dia gak nurutin,sama aja dia ngerjain gue tangerang-tasikmalaya di suatu hari jumat untuk sidang ambil tilangan SIM,itu gue harus berangkat jam berapa dari Tangerang?

Motor terus berjalan,dengan kecepatan 70-80km nyalip bus,nyalip truck,nyalip angkot,mobil rombongan,motor convoy jalan naik-turun,kelok kanan-kiri,melewati kembali patokan kampung naga tepat di azan dzuhur kami di Garut,di titik diamna kami pernah tersesat akan kembali ke arah nagreg saat hari keberangkatan :)) HP yang jadi petunjuk gmaps tidak tercharge dengan benar,sehingga saat itu HP shutdown sejenak di nyalakan,hp hidup kami bergegas kembali,ngegas jalan 70-80km gue kasian sama komeng,kerja keras bahkan sampai panas,di gas menggerung-gerung,maafkan aku komeng,hiks

Sampai di sebuah pom bensin isi lagi,masih bensin pertamax full tank lagi seharga 32ribu setelah itu kami berjalan kembali,terus gas....tak terasa sudah sampai Nagreg perjalanan yang mempesona,pemandangan alam,tebing,truck dengan galian tanah/pasir lalu melewati jembatan yang fenomenal.

Gas terus,akhirnya sampai di Kabupaten Bandung kemacetan mulai terasa sejak kami melewati pom bensin yang jadi mepo kami subuh lalu terus dari cileunyi kami perlahan memasuki Ujung Berung kemacetan tak terhindarkan,kami berhenti sejenak makan siang pada pukul 13:32 makan sop iga dan sate ayam maranggi,nikmat sekali,seharga 80ribu di situ riang bayar 50ribu dan gue bayar 30ribu


Kami bergegas,dan berhenti sejenak di ATM di situ baru sadar kalau jam 14:12 cukup lama di ATM setelah itu jalan lagi mengikuti peta,benar kata roni,kami melewati jl asia-afrika,lalu alun-alun bandung hingga sampai di area seribu traffic light :)) entah bagaimana gue bisa menggambarkan ke-bete-an gue akan kemacetan Bandung raya yang jelas,baru benar-benar bisa lolos dari Bandung dan sesampai di Stasiun Kereta Padalarang adalah 15:47 wow,2 jam lebih di Bandung doang.

Jalanan mulai lancar di padalarang,pemandangan exotic,kabut,pecahan mentari sore kontras dengan kebun teh yang di sirami rekahan cahaya jingga itu,sungguh menawan sampai tak terasa berat perjalanan itu,yang jelas tak seberat saat berangkat dimana keberangkatan kami di jalanan tersebut,gelap,gerimis,saling salip dengan truck dan papasan dengan bus sesekali Di pom bensin tengah-tengah itu gue isi bensin lagi seharga 30ribu.

Saat itu benar-benar berbeda,sampai kami harus meneduh karena Hujan iya hujan yang tak tentu,sesekali,terang,sesekali deras,sesekali gerimis 
jalanan kembali tak mendukung,kami harus saling salip dengan truck konvoi rombongan motor touring lainnya,terus...sampai kami sadar akhirnya kami memasuki gerbang kota Purwakarta,Alhamdullilah.

Purwakarta yang hangat setelah hujan,dengan suasana yang syahdu dan warganya yang sedang menikmati sore hari menyambut kami,terus  berjalan melewati Jl. Sudirman Purwakarta kami berbelok di pom bensin,kami lepas jas hujan,cuci muka,di toilet SPBU tersebut setelahnya,kami bergegas kembali,saling salip seperti biasa terjadi sampai di jalanan kasar,akhirnya gue mengalah aja,kasian komeng.

Terus motor gas melaju,akhirnya kami sampai kembali di Jl. Raya Kosambi sebenarnya ini termasuk bagian jl raya cikampek arah karawang
kemacetan tak ter elakkan banyak truck-tronton-kontainer-bus berhenti yang juga kena imbas macet pemandangan di warnai club vespa sepanjang jalan,bahkan setelah pertigaan lampu merah jl.klari Karawang kami masih berjumpa dengan 1-2 anak vespa,di jalan raya yang lengang tersebut gas pol lagi komeng 90km/jam waktu menandai bahwa saat itu adzan Maghrib,cukup 10menit saja kami di Jl.Raya yang nampak seperti bypass itu.

Tak lama,kami memasuki area Lemah Abang, jalanan ramai tapi masih bisa gas dengan speed 80km/jam yang dalam sekejap jalanan menjadi gelap,karena ada pemadaman dari PLN yang terpaksa PJU pun padam Adzan isya' bersamaan kami memasuki Cikarang,macet tak  terhindarkan yang jelas sesampai di SPBU yang berjarak 2km sebelum pasar tambun,kami sampai tepat pada pukul 20:11 tempat dimana gue drop riang,yang setelahnya gue akan sendirian menuju pulang minum sejenak,beli kopi buat riang dan 2 minuman buat gue habis 19ribu dan ngobrol-ngobrol akhirnya kami berpisah.

Melintasi jalan raya tambun,hingga bekasi kota,gue ngikutin aja gmaps gue lupa jalanan bekasi,gue arahkan ke gedung saidah,hahaha karena  gue mikirnya gue harus melewati kalimalang,asal udah di kalimalang kan tinggal lurus aja udah di cawang,bablas asal gass aja di sepanjang kalimalang,setelah berhasil melewati kemacetan di bekasi menjelang Halim,masih di kalimalang,hujan turun tanpa pikir panjang,gue pakai lagi jas hujan,di tambah hp turn off karena drop,yasudahlah.

Hujan masih belum jelas,rintik-rintik,motor terus mengarah ke cawang di cawang pun hujan masih belum deras,sesampai di Gatot  Soebroto,tepatnya depan gedung jamsostek,seinget gue Hujan udah deres,deras sekali,sesekali berangin,Alhamdullilah gue nikmatin banget
gue merasa,semua kepedihan gue selama ini terguyur hujan semua kesepian gue selama ini cukup terobati bersama mereka,teman-teman yang baru saja gue kenal gue nikmati lagi hujan malam itu,sampai gue harus berhenti di pom bensin shell slipi untuk isi bensin seharga 30ribu.

Motor terus gue gas,melewati jalur sebagaimana gue berangkat lewat kemanggisan,hingga kedoya,hingga kebon jeruk,masih deras,gue masih menikmati hujan rata,jakarta raya malam itu hujan,bahkan sampai di karang tengah,hujan masih gerimis terus motor gue jalanin,sampai di lampu merah ciledug hujan berkurang menjadi gerimis bahkan sesampai di rumah hujan masih gerimis,perjalanan gue saat itu sampai di rumah pukul 22:27 gue bersyukur,Alhamdullilah gue selamat sampai rumah tanpa kekurangan dan tanpa kerusakan 1 apapun.

Total pengeluaran di perjalanan ini adalah

Rp 442.000,- Dengan motor Yamaha Jupiter MX135 Tahun 2010

Armin

Armin

IT Dev, SEO & Digital Marketing Specialist with 7+ years experience, Coder, Sys Admin, Designer, Blogger