Language:

Search

Pendakian Gunung Sumbing via Garung

  • Share this:
post-title

Di awali kesumpekan,apa ya,lebih dari sekedar sumpek yang biasanya tapi biasanya bisa gue lalui alah,sebenarnya masalah yang belakangan gue alami,bisa dengan mudah (gak bermaksud ngeremehin) tapi kalau berdasar pengalaman gue bisa melaluinya,tapi ini lain ada semacam Tanggung Jawab yang seharusnya tanggung jawab bersama tapi seperti di bebankan ke gue tanpa sadar orang yang membebankan tadi,lepas juga dari tanggung jawabnya sebagai pemberi tugas lalu, malah ngilang.

Perasaan terbesar yang menghantui gue adalah Merasa Tidak Berguna bukan lagi sekedar merasa tak bertanggung jawab,nah dari perasaan yang berhari-hari mengganggu tidur dan aktivitas inilah,akhirnya gue pengen nggantang carrier lagi seperti biasa,group pendakian di facebook adalah menjadi highlight di beranda gue

Seseorang tiba-tiba mengajak mendaki bersama ke gunung sumbing well,gue langsung hubungi dia,singkat cerita kita bertukar kontak WA lalu terjalin komunikasi yang isinya buat meeting point di Basecamp Garung.

Lusanya,ane hubungi lagi,untuk diskusi menggunakan Tarp Tent intinya,kurang rekomended,di samping itu gw juga mikir kalau terjadi badai,gue pasti celaka,sebab pondasinya hanya dengan 1 tracking pole ringan sih,tapi untuk apa kalau membahayakan,sebab nggak akan berguna di musim penghujan.

Akhirnya dengan nekat,beli lah tenda UL yg beratnya 2kg dengan harga yang relatif murah untuk ukuran tenda tersebut,hahaha

Hari yang di tunggu tiba,seperti biasa,gue naik Rosalia Indah karena bis ini yang paling top dan unggulan (bukan promosi) Saat keberangkatan gue galau banget,sebab di hari yang sama dimana Jakarta Blackout alias seluruh Jabodetabek gelap/padam di hari minggu 4 Agustus 2019
kasian anak bini yang gue tinggal hahaha.

Gue sampai terminal Mendolo tepat di jam setengah 4 dimana kota Wonosobo masih terlelap,tapi tidak dengan terminalnya karena ada beberapa calon pendaki yang menghangatkan diri dan ngopi di terminal tersebut.

Basecamp belum buka,sementara sarapan adalah pilihan terbaik makan nasi goreng,minum jahe,lalu ngobrol2 sejenak lalu datang pula yudha teman dari mami Ivvy,yaitu jodoh pendakianku yang janjian dari bandung itu,hahaha

 

Setelahnya jam 9 kita registrasi simaksi dan naik ojek dari BC menuju pos 1 gokil men,kita di bonceng duduk depan,sementara kang ojeknya di belakang sambil bawa carrier kita,lalu gasss ke pos 1 kang ojek yang bawa saya agak ketus,karena dia kecil sementara dia kurang mampu bawa badan saya yang bongsor sehingga motornya hampir kejengkang ke belakang,hahahaha sampean yang gak kuat kok sampean yang marah mas...mas...

Sampailah kami di pos 1 lalu berdoa sebelum tracking,dan setelahnya kami berjalan oh iya,untuk pendakian ini entah kenapa gue kurang semangat buat dokumentasikan perjalanan saat tracking,gak seperti biasanya gitu loh tak lama,sampailah kami di pos 2 yang ada warungnya itu
jajan semangka,jajan gorengan dan foto2 sejenak.

 

 

Pakai masker,pernafasan terbatas,tapi nggak pakai,hidung sesak karena debu dan mata jadi berbelek,hahahaha sempet baca-baca dari blog seseorang yang udah ke sana,bahwa akan ada 2 jalur apakah jalur lama atau jalur baru (engkol-engkolan) yang terjalnya setengah mati dan  horror hahaha sampai gk kepikiran lagi,saking panas dan berdebunya,hingga di pilihlah engkol-engkolan wow,semakin ngeliat ke bawah semakin menyeramkan

 

Did you see that?? bayangin kalau lo turun dari tempat gw take pict ini,hahaha bakal merosot lu kalau pernah nonton youtube nya dzawin nur di gunung Sumbing ini,kalian akan tau ya seperti itu lah.

Semakin di atas semakin berhenti tapi semakin dingin akhirnya gue putusin,gue gak mau berhenti lama-lama takut masuk angin mami dan yudha udah jalan,3 orang dari bandung ini masih santuy gue jalan sendiri merayap,dalam keadaan lemes parah,hahaha

Temen-teman lainnya sibuk foto-foto,sementara mami ivvy
berjemur dan berbincang ria di bawah terik matahari dengan pendaki lain
hingga sampai jam 4 gue bikin tenda,sendiri gak sampai 5 menit tenda gue berdiri

Setelahnya, kami masuk tenda masing-masing, bongkar isi tas, ganti baju, ngobrol-ngobrol sejenak, lalu persiapan untuk masak agar makan malam, setelah makan, kami keluar sejenak ber foto-foto, di luar hawa dingin, wah pemandangan luar biasa, merenung masing-masing, lalu kembali ngobrol, tak lama kemudian dapat SMS untuk segera pulang besok pagi, urgent, hadeh....

Pas ngumpul itu gw harus kabari kalau gw harus pulang besok pagi, sedih sih, kerasa sedihnya smpe bangun tidur, meski gw duluan bangun, nyatanya kami paling siang, karena kami baru keluar tenda pas jam setengah 6 pagi, hahaha, foto panorama sejenak, ngopi, bikin sarapan.

Saat itu,gue harus pulang dalam keadaan yang secepatnya sehingga menimbulkan kekecewaan pada keluarga baru gue itu hiks hiks hiks
maafkan hamba...di saat mereka summit gue malah pulang yang gue pikirin,setelah itu kan mereka ke Sindoro terus kalau gue pulang gimana mami ya...

 

Setelah berpamitan dan berpelukan,untuk saling melepaskan akhirnya kami berpisah lalu berberes tenda,packing akhirnya gue jalan pulang sendirian

Sesampainya di basecamp sempet mandi makan,beberes lagi beli souvenir,beli topi,lalu jalan pulang dari basecamp ke gang depan garung karena galau sambil nyari ATM BCA alhasil naik ojek dari depan gang Garung ke Terminal Mendolo

Overall

Perjalanan Tangerang-Wonosobo tiket rosalia indah Rp 130,000
Bus dari terminal mendolo ke basecamp garung Rp 15,000
Simaksi seharga Rp 20,000
Ojek dari basecamp ke pos 1 Rp 25,000
kalau mau pakai porter seharga Rp 150,000 sekali angkut hingga ke pos 3 (menurut porter yang saya tanya harganya)
Ojek dari Pos 1 ke basecamp Rp 25,000
ongkos numpang mandi di basecamp Rp 5,000
Ojek dari Garung ke mendolo Rp 40,000
Bus Rosalia Indah ke Tangerang Rp 130,000

Total kalau untuk ongkos kendaraan saya adalah Rp 390,000
(exclude logistik,makan,souvenir dan oleh-oleh di terminal Mendolo)

Armin

Armin

IT Dev, SEO & Digital Marketing Specialist with 7+ years experience, Coder, Sys Admin, Designer, Blogger