Language:

Search

One Day Ride Satmori ke Purwakarta

  • Share this:
post-title

Yang sebenarnya sama temen kantor gue rencanakan sejak bahkan sebelum bulan puasa, yang baru realisasinya kemarin 29 Mei 2021, sekalian bertepatan dengan farewell trip dengan Putu deskmate gue kronologinya gini, kita mau ke kawah ratu, jadi Jumat 28 Mei 2021 pulang kerja langsung gas ke Cidahu camp ground.

Ternyata, karena pandemi, camp ground yang biasanya buka 24jam, jadi tutup di jam 5 sore, gue inget, itu gerbangnya ada portal, gak lucu juga jam 5:30 dari Tangerang yang sampai lokasi sekira pukul 20:30 atau 21:00 dalam keadaan capek dan gelap, ternyata kita gak dibolehin masuk.

Terus, gue re-schedule ke situ rawagede, ternyata pada gak mau, tinggal lah gue sama putu doang, jangan sampe batal, daripada yang deket-deket, sekalian gas aja yang jauh yaitu Purwakarta dan Putu setuju, niatnya pas Jumat malem berangkat, langsung ke gunung Lembu, sampai sana tengah malam antara langsung tracking atau nenda di basecamp, soal besok pagi mau kemana bisa dibahas pas di sono.

Eh pas kita mau berangkat, Tangerang hujan deres, deres banget, akhirnya rencana keberangkatan diganti besok pagi yang cuma ODT aja, gak sampai bawa tenda, ehalah ternyata cuma sampai Karang Tengah, wilayah Kebon Jeruk kesono sampe bekasi kering kerontang malah.

Sabtu 29 Mei 2021, pukul 5:46 gue lihat jam di Hp, agak mendung-mendung dikit, tetep gue gas, sampai Jakarta tepatnya di pom bensin pertamina Slipi deket Polres Jakbar gue isi bensin dan lihat awan seluruh Jakarta, kayaknya cuma daerah Utara doang yang terang, gue gas terus ke Timur, singkat cerita jam 7:38 gue ketemu Putu dan langsung ke tujuan.

Jam 9:39 kita sampai di daerah Klari, untuk sarapan, lalu gas, sempet berhenti persis di Jl. Jend Sudirman Purwakarta untuk cari route ke gunung Lembu, perjalanan makin lama makin asyik dengan pemandangan perbukitan sempet hujan gerimis tapi tetep terobos, dan aroma aspal kena hujan, penglihatan seger karena kondensasi di perbukitan, ada view menarik, kita berhenti untuk foto.

Semakin gas semakin nikmatin lah kita, jalanan khas bukit, meliuk-liuk, kadang masuk area pepohonan gelap, kadang salip-salipan ama kendaraan lain,papasan di tikungan, asik kok tapinya.

Selama itu juga Putu masih mantau track di GPS Hp yang masih ilang timbul, sempat gue terpesona dengan keindahan dan kegagahan gunung Parang yang terkenal itu, wah keren kita cuma melambat,asli saking kerennya itu pemandangan sampe gue dan Putu gak kepikiran untuk ngeluarin Hp dan foto, cuma nikmatin doang jadinya, terus tancap lagi.

Kurang dari 10 menit dari gerbang masuk gunung Parang, untunya si Putu jeli banget dia ngelihat ada patokan dan papan petunjuk yang kecil dan gak akan orang notice ngeliat itu patokan karena  asiknya nikmatin jalanan, kalau gue sendiri udah pasti bablas itu, iya patokan yang gue maksud adalah jalan masuk ke arah gunung Lembu, tujuan kita.

Sesampai disana, layaknya pendakian umumnya, registrasi bayar simaksi, sempet beli air dan snack untuk bekal nanjak dan yaaa, pas  nanjak, ternyata Putu kelenger di track area dan mau pingsan, padahal masih 15 menit dari basecamp dan dia nyerah banget,kalau gue tinggal di  basecamp untuk naik sendiri juga gak lucu, apalagi gue tinggal di track untuk gue naik sendiri, sound selfish way, tapi sedih dong, masa gunung yang gak sampe 900MDPL aja gue batal naek, apalagi view Jatiluhur juga keren kan.

Setelah nyerah dan sempet diketawain bocil-bocil basecamp, akhirnya kita gas ke Jatiluhur, perjalanan awal menarik, lalu sampai titik dimana kita belok dan ternyata makin ke sana makin sepi rumah penduduk, barulah kita sadar, kalau kita akan melewati jalur yang gak akan gue lupakan seumur hidup.

Iya, gue masuk proyek jalur kereta cepat Jakarta-Bandung, akhirnya terjawab sudah kenapa kok sejak masuk belokan yang bahkan namanya aja gak ada di google maps, kita beriringan dan berpapasan dengan kendaraan berat ditambah jalanan yang rusak parah.

Kita sempat mondar mandir karena ragu, bahkan diseberang sana ada gorong-gorong raksasa yang gue kira itu nantinya akan dialiri air dari waduk Jatiluhur, atau itu jalur yang diluarnya adalah waduk Jatiluhur, tapi saking gue paniknya dan begonya, ternyata jalur itu enggak sama-sekali membelah waduk, tolol emang gue hahaha.

Di google maps, diarahin kita harus melewati gorong-gorong raksasa itu, sempet balik lagi ke titik dimana kita masuk, tapi ternyata kata orang proyek yang istirahat disana, emang bener jalurnya disitu, pokoknya nanti kita harus lewatin daerah namanya Ciganea, kemudian kita beranikan diri untuk masuk, buset gue masih papasan dengan alat raksasa, macam traktor gitu.

Pas mau masuk gorong-gorong raksasa itu, ternyata ada tulisan No MotorCycle yang akhrinya gue sadar kenapa bukan tulisannya Motor Dilarang Masuk, karena disitu rata-rata banyak pekerja TKA China, orang-orang proyek disana lihat kita aneh banget, gue klakson 3x hahaha SOP pemotor kalau lewat tempat yang dianggap angker.

Semasuk disana, gue halu, halu parah, jangan-jangan diluar sini adalah air yang pas gue masuk,ternyata gorong-gorong gak mampu nahan tekanan air lalu jeblok, wah gue keinget adegan Prison Break 4 dimana  si Bellick mengorbankan diri nahan air di gorong-gorong raksasa dan mati kesapu air deras, gimana nasib anak gueeee T_T hahaha halu parah.

Panjang gorong-gorong itu kayaknya 1,5km jalanan didalamnya juga tanah bergelombang,sesekali plat baja memanjang gitu, sekeluar dari sana, ada pekerja Tiongkok pakai helm proyek warna putih, sepanjang pengalaman gue kerja di proyek, kalau orang helm putih itu biasanya Supervisor keatas, gue celingak celinguk, gue senyumin orang itu cuma heran mantengin gue.

Lalu disebelah kanan ada pekerja lokal yang lagi ngoperasiin alat berat dan ngelaksonin gue bolak balik sambil senyum ngasih petunjuk, itu cuaca udah gerimis agak deres, dan you know kita ngelewatin tanah yang lagi di olah sama alat berat jadinya, gimana sih motor masuk situ hahaha hampir-hampir mau jatoh, yang gue syukurin gue bawa motor Jupiter MX, ini Yamaha emang mesinnya bandel,kalau gue bawa Vario, udah ambles sejak  gue mondar-mandir nyasar tadi.

Makin lama makin deres, kita basah kuyup, karena sebenarnya mau berhenti juga cari tempat berteduh, tapi sama sekali nggak ada, mau berhenti pakai mantel juga percuma, akhirnya semua handphone dimasupin kita tetep jalan sambil cari tempat teduh, gak lama kita masuk perkampungan dan berhenti diwarung rumahan milik salah satu warga.

Hujan makin deras dan kita mau gak mau nikmatin kondisi yang basah kuyup, capek dan laper, untungnya di warung itu bisa minum dan nyemil, sekitar 20 menit berselang, hujan mulai perlahan jadi gerimis, kita tancap satu ketololan besar dan bisa jadi penyesalan seumur hidup kalau gue nggak di ingetin ibu-ibu muda jualan warung itu, tas kita yang isinya handphone dan dompet bisa aja ketinggalan, FYI itu daerah yang gue gak tau gimana cara masuk ke situ lagi kalau harus datang mau itu lewat area konstruksi tadi atau lewat jalur resmi.

Singkat cerita kita udah mulai memasuki pinggiran waduk Jatiluhur, tapi untuk masuk ke area Wisatanya, masih jauh banget, kita dapat pemandangan yang cantik banget, ada percikan gradasi Matahari, gak ada pelangi, tapi tetep ada nuansa berkabut sedang masih kelihatan aspalan jalan ngeluarin asap.

Di susul pemandangan sebelah kiri di perairan itu, awan Hitam yang kontras dengan sinar Matahari tadi, hujannya ? masih gerimis dan kilat nya samber-samberan sana sini, suara gluduknya gede, kita saat itu sedang melewati suatu dataran yang cuma kita doang di situ gak ada pohon atau tiang listrik, kalau nekat ngeluarin Hp yang ada signal untuk foto-foto disana, besar kemungkinan kita kesamber petir, amit-amit kan.

30 Menit berlalu, sampailah kita di dekat gerbang Jatiluhur, gue sempat berhenti karena di hujan yang deras dan sudah memakai mantel itu, ada seekor anak anjing berlarian di jalan aspalan yang nanjak itu dan posisinya persis di tengah jalan, gue khawatir, gue pinggirin dia sambil gue kasih biskuit, gak di makan, haha mungkin karena biskuitnya langsung larut air hujan.

Skip-skip kita sampai di waduk Jatiluhur, masuk berdua dan motor, kita kena 85 ribu o_O malesi banget, hahaha, kita parkir motor, gerimis perlahan menghilang, kita lepas mantel, kita foto-foto beli pop mie, ngobrol-ngobrol bentar, lalu foto-foto lagi, kemudian bergegas pulang, saat itu hujan deras lagi.


Sepanjang perjalan pulang, kita kehujanan dan deras banget, makin ke kota Purwakarta makin deras, sampai di jalur Purwakarta-Klari yang jalanan rusak ancur dan banyak di lalui Truck-truk industri itu derasnya makin menjadi, bolak balik gue kasian sama komeng, udah ngebut deres di hujan-hujanan, eeh nyeblos ke lobang mulu.

Sampai di Klari sekitar jam 16:56, kita isi bensin, kita lepas mantel, kita langsung misahin barang-barang, biar nanti sampai Bekasi tinggal pisah doang sama putu, perjalanan seperti biasa, gas di Karawang, macet di Cikarang, macet khas lampu merah SGC Cikarang, pas udah di pasar Tambun dan mau masuk di Kalimalang, buset macet, di Kalimalangnya makin menjadi, bayangin di daerah situ sampai apartemen Grand Dhika Bekasi Timur, tempat gue pisah sama Putu, jalur segitu doang bisa 1 jam.

Gak tau macet kenapa, setelah gue pisah sama Putu gue langsung gas, tapi sempet makan malam bentar di daerah Kalimalang deket Univ Borobudur, pokoknya sesampai rumah gue sekitar jam 21:35.

Total Pengeluaran berdua di perjalanan ini : Rp 463.000

Armin

Armin

IT Dev, SEO & Digital Marketing Specialist with 7+ years experience, Coder, Sys Admin, Designer, Blogger