Language:

Search

Membuat Konstruksi Artikel Yang SEO Friendly

  • Share this:
post-title

Cara membuat artikel SEO, sebuah artikel untuk website yang konstruktif guna menunjang SEO website anda, seperti yang kita ketahui, bahwa google akan memprioritaskan pencarian website yang berisi informasi bermanfaat, yang kontennya dinamis, artinya setiap hari ada pertambahan konten dan jelas konten itu tidak berisi clickbait, ataupun tulisan yang repetitif.

Maksudnya repetitif yang seperti ini misal "Cara menyelamatkan data yang terhapus (ini judul misal) (kemudian bikin konten seperti ini) menyelamatkan data yang terhapus di laptop maupun handphone sangatlah berguna, karena bagiamanapun juga, baik sengaja atau tidak, perasaan ingin menyelamatkan data yang terhapus itu selalu ada, sehingga kita akan mencari cara untuk menyelamatkan data yang terhapus,
begitu banyak tutorial di internet tentang menyelamatkan data yang terhapus, sehingga, kita pun di buat bingung tentang cara menyelamatkan data yang terhapus, saking banyaknya pilihan cara mengenai 
cara menyelamatkan data yang terhapus, bagi anda yang tak sengaja berada di website ini, anda akan menemukan hal yang mendetail mengenai cara menyelamatkan data yang terhapus,,,,,"

Artikel diatas akan sangat berguna di tahun 2011-2012, tapi ini 2021 bung, google lebih teliti dengan algoritma terbarunya, sehingga ketika anda punya artikel seperti itu, website anda auto di usir dari mesin pencarian, nah bagaimanakah cara menulis artikel yang konstruktif ?

Kenali Pembaca Blog Anda

Pertama-tama anda harus tahu blog anda ini untuk apa ? misal contoh kasus yang saya kerjakan di website ASURANSIKU.id yang core keywordnya adalah asuransi dan segala produknya, ingat corenya asuransi dan brand nya adalah  pialang asuransi dan broker asuransi, dan akan punya keyword-keyword utama, yaitu asuransi kesehatan, asuransi mobil, asuransi bangunan, asuransi properti, asuransi jiwa, dan FYI yang kesemuanya adalah keyword MAHAL di google adwords (*LOL) dan keyword yang tidak gampang di kejar.

Sekali lagi saya jelaskan, pastikan untuk merancang SEO website, tidak hanya mengejar apa keywordnya, karena kalau anda hanya fokus pada keyword, anda hanya melakukan hal sia-sia, jadi yang utama adalah Core Product dalam hal ini asuransi, lalu brandnya, in case Pialang Asuransi dan Broker Asuransi, sedang keyword utama adalah asuransi kesehatan dll.

Ok next, keyword-keyword utama tersebut, tentu punya keyword turunan (derivative) yaitu asuransi kesehatan keluarga, asuransi jiwa murah, asuransi properti kebakaran, umumnya dalam SEO, semakin banyak kalimat dalam keyword (3 kalimat atau 4 kalimat seperti asuransi kesehatan untuk keluarga) artinya akan semakin mudah di raih, sebaliknya, semakin sedikit, misal hanya 2 kalimat atau 1 kalimat saja, wah akan sangat sulit, sehingga anda tau, untuk siapa artikel blog anda.

Karena di asuransiku.id punya beberapa produk asuransi, maka kita buatkan kategori di Blognya, yaitu Bisnis, Finansial, Peternakan Peliharaan dan Pertanian yang mana isi dari artikel itu akan menyasar keyword asuransi gangguan usaha, jaminan uang muka (relate dengan kategori bisnis), [*]asuransi perkebunan (relate dengan kategori Peternakan Peliharaan dan Pertanian), asuransi perjalanan (Relate dengan kategori Pariwisata), dan lain sebagainya.

Maka, dengan ini anda tahu setiap hari anda harus bikin artikel apa dan bisa menyisipkan event apa yang sedang terjadi, seperti biasa, lalu memposting ulang di website-website ber-traffic besar, dan membaginya juga ke akun-akun sosial media dari website anda itu.

Paradigma Umum

Kedua, utamakan siapa yang dituju, tentu ini anda harus riset kecil-kecilan, riset yang saya maksud disini bukan keyword trends, keyword prediction atau keyword yang ternyata menjadi booming karena orang-orang seperti anda saja yang riset keyword itu, maksudnya in case, saya riset keyword tentang asuransi, setelah pakai semrush, google trends, ternyata keyword tersebut menjadi hype karena ulah orang-orang tukang SEO atau SEO engineer itu sendiri.

Nah ini, ini yang sampai sekarang menjadikan tools-tools terkenal diatas tidaklah akurat, karena menurut pengamata saya sendiri, saat trends covid meningkat ini, orang yang cari asuransi covid tidak melulu memakai keyword Asuransi Covid 19 untuk membeli produk asuransi kesehatan yang cover covid, atau user yang mencari asuransi jiwa yang memberi santunan apabila tertanggung meninggal dunia karena covid, sama sekali tidak begitu, kadang malah ngaco searchingnya, seperti "asuransi untuk santunan covid", mungkin kalau website anda seperti wordpress ada plugins yang bisa mencatat incoming search terms.

Kalau ternyata blog anda tidak ada tools seperti itu bagaimana dong ? seperti yang saya bilang tadi, riset sederhana, di sosmed, malah terkesan manual, pertama follow saja akun-akun perencanaan keuangan, atau situs berita, ketika ada yang membahas tentang kebakaran, anda bisa mengikuti obrolan, atau yang paling banyak dipelajari oleh milenial, yaitu keuangan, ini sangat erat hubungannya dengan asuransi.

Atau bisa juga dari paradigma umum, misal di kota besar, yaitu kecelakaan, karena mobilitas yang tinggi warga metropolitan, mari kita highlight : orang kota, gaya hidup, macet kenapa orang kota ? karena pengamatan saya, membeli asuransi secara online, adalah hal yang pasti pasarnya orang kota, tapi bukan berarti orang dari pinggiran kota nggak akan beli, tapi identik dengan serba instan baik teknologi atau makanannya, maka sudah pasti orang kota memiliki kesehatan yang perlahan memburuk, lalu bagaimana ?

Kita harus sering-sering bikin artikel tentang tips kesehatan, nah semakin sering kita bikin tips kesehatan, semakin besar peluang kita untuk mendapat pelanggan asuransi, karena orang kota sering macet dan rawan kecelakaan ringan yang menyebabkan mobilnya lecet, rusak sedang, hingga rusak parah (kebakaran karena korslet, rusak karena kebanjiran dll) maka, hanya dengan artikel tips kesehatan, saya akan dapat 3 kemungkinan pelanggan, yaitu yang akan beli asuransi mobil, asuransi properti (karena kota besar rawan kebakaran) dan asuransi jaminan gangguan usaha (Jakarta sering demo rawan huru-hara).

Jelas, mereka akan terdistraksi saat hanya membaca artikel tentang tips kesehatan saja, lalu bagaimana apabila artikel lainnya menarik ? kemungkinan besarnya hanya menjadikan blog dari ASURANSIKU.id sebuah bacaan saat mereka gabut saja, kemungkinan kecilnya, memang akan menelusuri isi website tersebut.

Variatif

Ketiga, buatlah artikel yang variatif, berikan artikel edukasi terkait produk anda, tapi jangan terlalu monoton, dan selingi dengan artikel yang relate tadi, akan sangat menarik kalau artikel yang edukatif tadi benar-benar informasi yang dibutuhkan, jangan memberi artikel yang menakutkan, semisal "asuransi jiwa sangatlah di butuhkan setiap orang, bayangkan jika anda sebagai tulang punggung keluarga meninggal dan tidak tercover asuransi jiwa, keluarga yang anda tinggalkan rawan terlantar" jangan yang seperti itu, saya yakin anda pasti bisa mengolah kalimatnya.

Dapat di lihat dari screen shot analytics diatas, contoh kasus nyata bahwa flow behavior dari pengunjung website yang saya kelola SEO nya, bahwa saya dapat (kemungkinan) pembeli dari membaca artikel yang bermanfaat, setelah artikel yang bermanfaat, dalam hal ini tips kesehatan, yang berakhir pengunjung meng-klik halaman produk asuransi harta benda, asuransi kendaraan bermotor hingga asuransi peliharaan, kenapa diatas saya tulis "kemungkinan" karena bisa saja pengunjung hanya mengklik, lalu close atau mem-bookmark atau sharing ke teman-kerabatnya, banyak kemungkinan.

Tapi setidaknya selain dapat traffic website sebagai salah satu syarat SEO, saya dapat pengunjung potensial sesuai target SEO saya, bounce ratenya menurun (yang artinya membaik) usernya naik, dan tentunya, website saya dapat pembeli.

Jadi konstruktif yang dimaksud adalah, di sisi lain produk anda meng-edukasi, di sisi lain anda memberi tips & trik tentang hal yang berkaitan dengan produk anda, semisal cara merawat mobil, pastikan artikel anda unique, re-write boleh tapi jangan copy-paste, kemudian di halaman produk anda, pastikan menerapkan H1, H2, H3 dan saling terhubung dengan in-bound atau out-bound link, tampak cara yang biasa bukan ? tapi jarang sekali disadari dan di terapkan, rata-rata hanya artikel yang bersifat esai yang tentu, kurang relevan bagi google bot dan cukup membosankan bagi pembaca.

In the end, meski saya kesulitan mendapat keyword asuransi kesehatan, tapi apabila keywordnya di awalid dengan pialang atau broker, seperti "pialang asuransi kesehatan" atau "broker asuransi kesehatan" website tersebut mendapat halaman 1 dan di peringkat teratas (setidaknya saat saya update artikel ini pada Maret 2021), ingat, core nya adalah asuransi dan brand nya adalah pialang asuransi, jadi apapun keyword yang saya tidak bisa capai tapi ketika di lengkapi dengan brand nya atau di tambahkan menjadi pialang asuransi kesehatan, saya berhasil mencapainya.

Update : [*] Asuransi Perkebunan mendapat peringkat teratas per 19 Maret, artikel ini terakhir di edit pada 29 Maret 2021

Armin

Armin

IT Dev, SEO & Digital Marketing Specialist with 7+ years experience, Coder, Sys Admin, Designer, Blogger