Language:

Search

10 Tahun Itu Cepat

  • Share this:
post-title

Kudapati diriku disini termenung di haribaan barbel di kaca gym yang luas, body udah lumayan oke, tapi rambut gue makin botak, eh umur berapakah gue ? baru awal 30, bulan depan baru pasnya, 30 masih-lebih-dikit hahaha, masih umur segini tapi udah botak, gw mikir, utang masih banyak, skill masih belum ada yang gue dalemin.

Gue masih generalis, bukan mediocre ya, gue paham 5 sub-bidang IT, 2 bidang diantaranya gue ada di level advance, kalau mediocre semua-muanya gue masih tahap beginner doang, tapi gue udah mulai memikirkan harus ada 1 bidang yang bener-bener gue di level expert, artinya beberapa sub-bidang itu harus gue relakan untuk gak didalami.

Selain itu gue juga mikir, gue udah ngapain aja, di umur segini seharusnya anak gue udah 2, gue mulai jaga pola makan dan rajin olahraga di umur 28 aja, itu karena gue udah mulai waspada dengan penyakit-penyakit typical manusia umur 40+, seharusnya 10 tahun kemudian, rencana keuangan gue dan keluarga udah harus matang.

10 tahun itu gak lama loh, buktinya sekarang, gue di 10 tahun lalu masih suka ngelakuin hal-hal tolol khas anak muda, tapi di umur segini, boro-boro dugem, begadang aja gue udah menyesal, merasa zalim sama diri sendiri, gak olahraga seminggu full aja badan sakit-sakit dan udah galau, gue masih kuat lari 6km non-stop gak ya, karena 5 tahun lalu, gue cuma kuat lari 2km nonstop.

10 tahun belakangan gue banyak melakukan hal tolol, yang karma buruknya harus gue tanggung, salah satunya botaknya rambut gue ini, anjrit rambut botak mah antara nerima dengan baik atau mengusahakan untuk tumbuh kembali, meski secara medis satu-satunya cara adalah dengan implan.

Sebentar lagi 10 tahun rumah tangga gue, artinya cobaan hidup, khsusunya berumah tangga akan semakin berat, siapkah gue, apakah gue lebih baik dari tahun ke tahun, kira-kira udah kontribusi apa aja gue, apakah gue akan begini-begini aja ? pernah tau kan ada hadits "Tanda Allah menjauh dari kita, bahwa kita banyak melakukan hal yang tidak bermanfaat", apakah hidup gue bermanfaat ? Segala pikiran itu berkecamuk dalam diri.

Skill, gue harus dalami skill dan bener-bener bisa membentuk 'siapa gue' bukan soal nama ya, tapi membuat diri gue eksis, maksudnya gue dikenal karena prestasi, kontribusi dan sosok gue yang benar-benar diakui semua kalangan, semua pihak, yang otomatis, menurut pengalaman gue, menurut mereka yang lebih berpengalaman, jelas dengan cara ini bisa membantu kemapanan finansial seseorang.

Sehingga 10 tahun lagi, gue udah nggak perlu pusing-pusing banget soal pensiun di usia 50, ingat 10 tahun itu cepet, gak lama lagi gue usia 40, bakal keliatan penyakit apa aja yang akan gue derita, bakal sedih denger kabar para tetua di keluarga besar yang pergi, atau bahkan gue duluan yang pergi sebelum 40 tahun ?

Life begin at 40th, di usia segitu nanti bagaimana gue sebagai ayah yang lebih matang, suami yang lebih bijaksana, manusia yang bermanfaat untuk sesama, anak yang diandalkan orang tua, apakah gue bisa sehebat itu ? kalau nggak dari sekarang kerja keras ya mana bisa, makanya gue udah harus mikir, karena 10 tahun itu cepat, harus punya persiapan.

Armin

Armin

IT Dev, SEO & Digital Marketing Specialist with 7+ years experience, Coder, Sys Admin, Designer, Blogger